ESENSI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ISLAM DAN FILSAFAT BARAT
Main Article Content
Izzam Azmi
Chilya Nur Hidayah
Zukhrufa Diana Azza
M. Yunus Abu Bakar
Manusia didefinisikan gabungan antara jasmani dan rohani, manusia memiliki perbedaan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Manusia memiliki rasa ingin tahu terhadap dunia sekitarnya yang kemudian menjadi sumber pemikiran, dan filsafat berakar dari hasrat rasa ingin tahu. Melalui praktik berfilsafat, manusia dapat mencapai tingkat pengetahuan yang lebih tinggi. Adapun esensi manusia dalam perspektif filsafat Islam yang menegaskan bahwa manusia adalah ciptaan Allah. Dengan menciptakan manusia, Allah memberikan potensi-potensi yang terkait dengan fitrah manusia, sehingga manusia memiliki potensi dan sifat-sifat yang sesuai dengan rancangan Ilahi. Sedangkan esensi manusia dalam perspektif filsafat Barat yang didasarkan pada kesadaran terhadap materi, sehingga semua prinsip, potensi, dan nilai manusia dievaluasi dari perspektif materialistik, dan telah berkembang selama ribuan tahun, mencakup beragam teori dan pandangan, masih menjadi topik perdebatan dan penelitian yang mendalam dalam dunia filsafat modern. Berdasarkan penjelasan di atas, artikel ini mengulas mengenai konsep esensi manusia dalam kerangka filsafat islam dan barat. Dalam penelitian ini digunakan metode analisis komparatif. Melalui pendekatan ini dibandingkan pandangan tentang esensi manusia yang dikemukakan oleh para filosof Barat dan Islam.
Abdulloh, & Jalaludin. (1997). Filsafat Pendidikan. Jakarta: Gaya Media Pratama, 171.
Afrida, A. (2018). Hakikat Manusia dalam Perspektif Al-Quran. Al-Qisthu, 16(2), 559786.
Aisyah, A. (2022). Pemikiran Pendidikan Islam Abdul Hamid AL-Katib. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4, 1349–1358.
Arif, S. (2015). Manusia dan agama. Islamuna: Jurnal Studi Islam, 2(2), 149–166.
Aziz, A. (2013). Hakikat Manusia dan Potensi Ruhaninya dalam Pendidikan Islam: Sebuah Kajian Ontology. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 1(2), 223–233.
Azmi, M. N., & Zulkifli, M. (2018). Manusia, akal dan kebahagiaan (Studi analisis komparatif antara al-Qur’an dengan filsafat Islam). Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 127–147.
Badaruddin, K. (2007). Filsafat Pendidikan Islam (Analisis Pemikiran Prof. Dr. Syed Muhammad Al- Naquib Al-Attas). Dr. Syed Muhammad Naquib Al-Attas, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 59–64.
Bakar, Y. A. (2014). Filsafat Pendidikan Islam. Inspiratif Pendidikan, 6(2), 269.
Damayanti, E., Nuryamin, N., Hamsah F, & Suryati, S. (2021). Hakikat Manusia (Perspektif Filsafat Pendidikan Islam). Jurnal Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam & Pendidikan, 13(1), 38–48. https://doi.org/10.47435/al-qalam.v13i1.612
Fauza Norhidayah. (2015). Para Filsuf Barat pun Berpendapat tentang Esensi Manusia. Kompasiana.
Fuadi, F. (2013). Peran Akal Menurut Pandangan Al-Ghazali. Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 15(1), 81–90.
Hambali, Y., & Asiah, S. (2011). Eksistensi Manusia dalam Filsafat Pendidikan: Studi Komparatif Filsafat Barat dan Filsafat Islam. Turats: Jurnal Pemikiran Dan Peradaban Islam, 7(1), 41–56.
Hamdi, S., Muslimah, M., Musthofa, K., & Sardimi, S. (2021). Mengelaborasi Sejarah Filsafat Barat dan Sumbangsih Pemikiran Para Tokohnya. Jurnal Pemikiran Islam, 2(1), 151. https://doi.org/10.22373/jpi.v2i1.11378
Hasanul Rizqa. (2021). Beda Pandangan Barat dan Islam tentang Manusia. Republika Id.
Herho, S. H. S. (2018). Pijar Filsafat Yunani Klasik.
Ilyas, R. (2016). Manusia sebagai khalifah dalam persfektif Islam. Mawa izh Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan, 7(1), 169–195.
Islamiyah, I. (2020). Manusia Dalam Perspektif Al-Qur’an (Studi Terminologi al-Basyar, al-Insan Dan al-Nas). Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam, 1(1), 41–58.
Kattsoff, L. O. (2006). Pengantar filsafat.
Khasinah, S. (2013). Hakikat manusia menurut pandangan islam dan Barat. Jurnal Ilmiah Didaktika: Media Ilmiah Pendidikan Dan Pengajaran, 13(2).
Khobir, A. (1997). Filsafat Pendidikan Islam (Landasan Teoritis dan Praktis). STAIN Pekalongan Press.
Kholil, A. (2006). Manusia di Muka Cermin Ibn Arabi: Memahami Hakikat Manusia dengan Kacamata Ibn Arabi. El Harakah, 8(3), 373.
Mohammad Noor Syam. (1988). Filsafat Pendidikan dan Dasar Filsafat Pendidikan Pancasila. (Surabaya: Usaha Nasional).
Mughni, M. S., & Bakar, M. Y. A. (2022). Studi Aliran Filsafat Pendidikan Islam serta Implikasinya Terhadap Pengembangan Pendidikan Islam. Jurnal Dirasah, 5(1), 81–99.
Naibin, N. (2020). Murtadha Muthahhari: Filsafat Etika Islam. Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 10(1), 104–120.
Nasution, R. H. & H. S. (2017). Filsafat Pendidikan Islam Membangun Konsep Dasar Pendidikan Islam. In Perilaku Organisasi.
Othman, M. Y., Rahim, F., Wan Abdullah, W. N., & Zulkarnain, A. R. (2018). Evolusi Konsep Manusia dalam Tasawur Barat. Jurnal Sains Insani.
Rahman, A. (2022). Tugas Manusia Dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 1(3), 242–249. https://journal-nusantara.com/index.php/PESHUM/article/view/408
Rizal, S. (2017). Melacak Terminologi Manusia dalam Alquran TrackingHumanBeing’sTerminologyInTheQur’an Syamsul. 2(2), 1–14.
Saihu, S. (2019). Konsep Manusia Dan Implementasinya Dalam Perumusan Tujuan Pendidikan Islam Menurut Murtadha Muthahhari. Andragogi: Jurnal Pendidikan Islam Dan Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 197–217.
Saperi, S. (2015). esensi manusia menurut aliran materialisme dan idealisme. Kompasiana.
Siregar, E. (2017). Hakikat Manusia (Tela’ah Istilah Manusia Versi Al-Qur’an dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam). Majalah Ilmu Pengetahuan Dan Pemikiran Keagamaan Tajdid, 20(2), 48–67.
Soleh, A. K. (2016). Filsafat Islam dari Klasik hingga Kontemporer.
Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter. Indonesia: Kencana Prenada Media Group.



