Bagaimana Interferensi Bahasa Sunda Mempengaruhi Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Presentasi dan Teks Formal Siswa SMA?
DOI:
https://doi.org/10.47766/literatur.v7i1.6081Keywords:
Bilingual Interferensi , Kontak Bahasa, SosiolinguistikAbstract
Situasi kebahasaan di Indonesia menunjukkan bahwa bahasa Indonesia dan bahasa daerah memiliki peran berdampingan dalam situasi diglosik secara alamiah yang memungkinkan terjadinya interferensi bahasa. Hal ini tercermin pada kondisi penggunaan bahasa siswa di daerah Sunda. Dengan kondisi sekolah yang terletak di lingkungan masyarakat Sunda, siswa dapat menguasai bahasa Indonesia dan bahasa Sunda yang berpotrensi menimbulkan interferensi bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interferensi bahasa Sunda terhadap bahasa Indonesia pada siswa kelas XI SMAN 1 Kalijati Kabupaten Subang dalam ragam formal yakni dalam tuturan saat berpresentasi dan dalam teks formal berbahasa Indonesia karya siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun pengambilan data dilakukan dengan pengamatan tanpa melakukan intervensi dan manipulasi terhadap situasi lingkungan siswa sebagai subjek penelitian saat penelitian berlangsung. Pengumpulan data dikalukan dengan teknik simak, rekam, dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interferensi yang terjadi dalam tataran fonologi, morfologi, dan sintaksis. Faktor penyebab interferensi tersebut yaitu kedwibahasaan penutur, kebiasaan penutur berbahasa daerah serta perbedaan kemampuan berbahasa Indonesia dan berbahasa Sunda.
References
Ansaldo, U. (2013). Contact Languages: Ecology & Evolution in Asia. New York: Cambride University Press.
Aslinda, & Syafyahya. (2010). Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: Rafika Aditama.
Chomsky, N. (2006). Language and Mind (Third Edition). New York: Cambridge University Press.
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta
Cohn, A & Ravindranath, M. (2013). “Local Languages in Indonesia: Language maintenance or language shift?” dalam Prosiding Seminar Tahunan Linguistik Universitas Pendidikan Indonesia: Pemertahanan dan Pergeseran Bahasa dalam Bingkai Politik Bahasa. Bandung: UPI Press.
Creswell, J.W. (Diterjemahkan oleh Fawaid, Achmad). (2012). Reseach Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Durlik, J. dkk. (2016). Interference and Inhibition in Bilingual Language Comprehension: Evidence from Polish-English Interlingual Homographs. Plos One Journal. 1-18.
Erarslan, A. & Devrim. (2014). “Language Interference on English: Transfer on the Vocabulary, Tense and Preposition Use of Freshmen Turkish”. Elta Journal. 2 (2). 4-22.
Hudson, R.A. (1998). Sosiolinguistik. (diterjemahkan oleh Suryatin, E.). Bandung: Yayasan Amal Keluarga.
Humaira, H. W., & Firdaus, A. (2005). Interferensi Bahasa Sunda dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Aparat Desa Kelurahan Undrus Binangun. Utile Jurnal Kependidikan, 165–174.
Jendra. I. W. (2007). Sosiolinguistik Teori dan Penerapannya. Surabaya: Paramita
Lekova, B. (2010). Language Interference and Methods of its Overcoming in Foreign Language Teaching. Trakia Journal of Sciences, 8 (3), 320-324.
Meyerhoff, M. (2006). Introducing Sociolinguistics. New York: Routledge Taylor & Francis Group.
Moleong, L., J. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya.
Parera, J., D. (1991). Kajian Linguistik Umum, Historis Komparatif, dan Tipologi Struktural. Jakarta: Erlangga.
Sumarsono. (2011). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wijana, I., D., P & Rohmadi, M. (2006). Sosiolinguistik: Kajian Teori dan Analisis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Weinreich, U. (1979). Language in Contact: Findings and Problems. New York: The Hauge, Mouton.




