Moderasi Beragama di Aceh: Jalan Tengah dalam Keberagaman Syariat dan Nasionalisme
DOI:
https://doi.org/10.47766/moderation.v1i2.4783Keywords:
Moderasi Beragama, Aceh, Syariat Islam, Toleransi, Nasionalisme, Islam WasathiyahAbstract
Moderasi beragama di Aceh menjadi isu krusial dalam konteks penerapan syariat Islam yang formal melalui qanun, di tengah tantangan pluralisme dan nasionalisme. Artikel ini membahas pentingnya moderasi beragama sebagai jalan tengah untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan hukum syariat dan nilai-nilai kebangsaan Indonesia. Melalui pendekatan Islam wasathiyah, moderasi beragama di Aceh mengedepankan toleransi, keharmonisan, dan inklusivitas, sekaligus mencegah polarisasi dan ekstremisme. Peran ulama dan tokoh masyarakat sangat vital dalam mempromosikan moderasi, menjadi mediator antara nilai-nilai agama dan kebangsaan. Selain itu, dialog antaragama di Aceh berkontribusi signifikan dalam memperkuat toleransi dan mencegah konflik. Meski terdapat ancaman radikalisme yang muncul dari penafsiran ekstrem terhadap syariat, moderasi beragama berfungsi sebagai benteng untuk menjaga stabilitas sosial. Aceh diharapkan menjadi model bagi daerah lain di Indonesia dalam penerapan moderasi beragama, menunjukkan bahwa hukum syariat dapat berjalan seiring dengan pluralisme dan toleransi. Dengan demikian, Aceh dapat menjadi contoh dalam mewujudkan masyarakat yang damai dan harmonis dalam keberagaman.
References
Ahmad Syafii Maarif, Islam dan Problematika Kebangsaan: Refleksi Moderasi Beragama di Indonesia, 2019.
Alfian, Radikalisme dan Ancaman Terhadap Stabilitas Sosial di Aceh: Analisis Kasus Ekstremisme Agama, 2021.
Azyumardi Azra, Islam Wasathiyah: Moderasi dalam Beragama untuk Indonesia yang Toleran dan Inklusif, 2019.
Arief Rahman, Kebijakan Pemerintah Aceh dalam Implementasi Syariat Islam dan Dampaknya terhadap Toleransi Beragama, 2022.
Dewi Fortuna Anwar, Negotiating Aceh's Special Autonomy and Islamic Sharia Law within Indonesia's Framework of Democracy, 2018.
H. Abdurrahman Wahid, Membangun Dialog Antaragama: Pengalaman dan Harapan, 2020.
Hadi, Taufiqul. “Syari’at Islam Dan Semangat Moderasi Beragama Di Aceh.” In URGENSI PEMBELAJARAN AGAMA DAN TOLERANSI BERAGAMA, edited by dkk Adi Wijayanto, 17–23. Tulungagung: Akademia Pustaka, 2024.
M. Hasbi Ash-Shiddieqy, Syariat Islam di Aceh dan Tantangan Keberagaman Nasional, 2020.
Muhtadi, Moderation in Islam: A Comparative Study of Wasathiyah in Aceh and Indonesia's National Context, 2020.
Nurmala Sari, Dialog Antaragama di Aceh: Upaya Mewujudkan Keharmonisan dalam Keberagaman, 2022.
Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an, 2017.
Rita F. Rasyid, Hak-Hak Minoritas dalam Konteks Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, 2017.
Salim Said, Peran Media dalam Memfasilitasi Dialog Antaragama di Aceh, 2023.
Syarifuddin, Pendidikan Agama dan Moderasi: Studi Kasus di Aceh, 2022.
T. Surya Effendi, Kearifan Lokal dalam Menjaga Toleransi Beragama di Aceh, 2021.
Teuku Hamid, Hukum Syariah dan Nasionalisme di Aceh: Kajian Qanun dalam Bingkai Otonomi Khusus, 2020.
Umar Hasan, Syariat Islam dan Integrasi Sosial: Pelajaran dari Aceh, 2023.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Bukhari Bukhari, Azwir Azwir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
